Cara Umroh Yang Baik Dan Sesuai Tuntutan Islam

Cara Umroh Yang Baik

Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya untuk memiliki keinginan berkunjung ke rumah Allah. Ya, selain menjadi kewajiban umat islam yang mampu (fisik dan materi), melaksanakan haji juga merupakan satu ibadah dengan pahala yang begitu besar.

Sayangnya, untuk dapat menunaikan ibadah haji (non plus) dibutuhkan waktu mengantri hingga bertahun-tahun lamanya. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih untuk melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu.

Cara umroh yang baik pun sebenarnya tak jauh berbeda dengan tata cara melaksanakan ibadah haji. Berikut ini panduan cara umroh yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam.

Mengikuti rukun umroh

Rukun umroh merupakan satu hal yang akan menentukan apakah ibadah umroh yang anda lakukan sah atau tidak. Sebab, layaknya ibdaha haji, ketika satu rukun umroh tak dilakukan maka ibadah umroh yang anda lakukan pun akan sia-sia.

Nah rukun pertama adalah dengan mandi wajib dan menggunakan wewangian, setelah itu gunakan pakaian ikhram. Setelah itu, membaca niat dengan dilafalkan.

Ketika sudah memasuki kota Mekah, anda bisa melafalkan kalimat “Allahu Akbar” sembari menghadap hakjar aswad. dan selanjutnya melakukan tawaf dengan cara berputar 7 keliling, dimana start dari hajar aswad dan finish juga di hajar aswad.

Rukun berikutnya adalah berlari-lari kecil menuju shafa. Kegiatan ini jua sering kali disebut sa’i umroh.

Dari cara umroh yang baik di atas, keikhlasan hati selalu dipertanyakan tentang bagaimana akhirnya umroh yang anda jalankan akan menjadi baik atau hanya menjadi sebuah penyakit hati yang membuat anda justru semakin jauh dari-Nya.

Selain itu, bacaan doa pada rukun umroh di atas juga sangat perlu anda lakukan. Seperti niat umroh. Karena selain membaca niat dan memiliki tekad yang besar di dalam hati masing-masing jama’ah, pelafalan niat juga perlu dilakukan.

Lalu bagaimana dengan cara umroh yang baik ketika kegiatan tersebut mengharuskan para jama’ah mengeluarkan tenaga besar sedangkan keadaan fisik jama’ah tidak mendukung. Allah merupakan dzat yang Maha Pemurah, sehingga berbagai cara dapat dilakukan demi memenuhi rukun tersebut.

Seperti menggunakan kursi roda bagi mereka yang tak bisa berjalan, atau dengan bantun jama’ah lain. Sebab di tanah suci ini, segala kebaikan bisa menghampiri siapa saja. Terbukti dengan banyaknya keajaiban yang datang melalui orang tak dikenal. Dan itu merupakan satu bukti besar bahwa Allah akan menolong hambanya yang berniat menjalankan umroh hanya dengan tujuan mendapat ridho-Nya.

Comments

comments