Home » Kutipan

Tag: Kutipan

Tim Cook CEO Apple

Kutipan Inspiratif dari CEO Apple Tim Cook

Bimakuru.com – Sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple, tugas Tim Cook tentu saja untuk memimpin perusahaan inovasi teknologi tersebut mnjadi yang terdepan dan terpopuler.

Dan, jauh sebelum ia menjadi CEO, Cook bertanggung jawab untuk mengelola semua penjualan dan operasional perusahaan di seluruh dunia. Tak perlu dikatakan, dia tahu satu atau dua hal tentang kesuksesan, kepemimpinan, organisasi, dan inovasi.

Berikut adalah beberapa kutipan yang paling inspiratif dari Tim Cook ditarik dari wawancara, esai, dan pidato dalam beberapa tahun terakhir ini.

The sidelines are not where you want to live your life. The world needs you in the arena.” – pada pidatonya di George Washington University pada tahun 2015.

 

Some people see innovation as change, but we have never really seen it like that. It’s making things better.” – dikatakan ketika berbicara kepada Bloomberg tentang perubahan dari iOS 6 ke iOS 7.

 

We see that privacy is a fundamental human right that people have. We are going to do everything that we can to help maintain that trust.” – dikatakan kepada NPR ketika berbicara mengenai hal privasi.

 

There’s this thing in technology, almost a disease, where the definition of success is making the most. How many clicks did you get, how many active users do you have, how many units did you sell? Everybody in technology seems to want big numbers. Steve never got carried away with that. He focused on making the best.” – mengenai visi Apple dan warisan Steve Job kepada Fast Company.

Jurgen Klopp - Final UCL

Kumpulan Kutipan Kocak Jurgen Klopp

Bimakuru.com – Jurgen Klopp sempat berkomentar tentang kemampuan menulis istrinya dan membandingkan karya sang istri dengan Harry Potter. “Ia menulis buku untuk anak-anak. Seperti Harry Potter – tapi ini tentang sepak bola. Tak ada Harry Potter terbang dengan tongkat sialnya – hanya sepakbola.”

“Para fans tak boleh hanya mengenali kami dari jersey hitam dan kuning. Bahkan seandainya kami bermain dengan seragam merah, semua orang di stadium harus berpikir, ‘Who, itu pasti BVB’. Ketika Anda duduk di stadium dengan mata tertutup, Anda harus merasakan adanya hasrat yang bermain di lapangan,” ujar Klopp tentang gaya sepak bolanya.

Arsene Wenger & Jurgen Klopp : Klopp membandingkan dirinya dengan Arsene Wenger menggunakan analogi musik: “Ia suka menguasai bola, bermain sepak bola, melakukan operan-operan pendek. Ini seperti orkestra, tetapi ini adalah lagu yang tenang. Saya lebih suka heavy metal.”

Rivalitas dengan Bayern : Soal rivalitas dengan Bayern, Klopp menyampaikan komentar unik setelah Dortmund menang di Allianz Arena, “Ketika BVB menang di sini untuk terakhir kalinya, hampir semua pemain saya masih menyusu.”

Ketika Mats Hummels mengalami cedera panjang, Klopp mengaku bakal menunggu dengan sabar kembalinya sang bek tengah, “Kami akan menunggunya seperti istri yang setia menunggu suaminya yang ada di penjara.”

Masih tentang Hummels, Klopp membantah segala spekulasi tentang transfer Hummels ke Manchester United, “Jika itu bukan cerita omong kosong, saya akan memaksan sapu lidi.”

Klopp sempat membandingkan kondisi timnya dengan Bayern menggunakan analogi unik: “Kami memiliki busur dan panah dan kalau kami mengincar dengan tepat, kami bisa mengenai target. Masalahnya adalah Bayern memiliki bazooka. Kemungkinan mereka untuk mengenai target jelas lebih besar, tapi toh Robin Hood juga bisa berhasil.”

Di waktu lain, Klopp juga melempar kritik pedas terhadap kebijakan manajemen Bayern:“Bayern menjalankan sepak bola sama dengan Tiongkok menjalankan industri. Mereka melihat apa yang dilakukan orang lain, lalu menirunya dengan orang lain dan uang yang lebih banyak, lalu mereka melampaui Anda.”

Klopp memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Shinji Kagawa dan sang pelatih mengaku sedih ketika sang gelandang Jepang pindah ke Manchester United. “Kami menangis selama 20 menit, sambil saling memeluk, ketika ia pergi,” tutur Klopp.

Selepas kepergian Kagawa, Klopp juga menyampaikan kekecewaan pada United, “Shinji Kagawa adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan sekarang ia bermain 20 menit di Manchester United – sebagai sayap kiri. Hati saya hancur, sungguh, saya bahkan menangis. Gelandang tengah merupakan posisi terbaik Shinji.”

“Saya tak pernah sukses menghadirkan ke lapangan apa yang ada di pikiran saya. Saya memiliki bakat bermain di divisi kelima, lalu pikiran untuk bermain di Bundesliga. Hasilnya adalah saya berkarir di divisi kedua,” ujar Klopp ketika ditanya tentang karir sebagai pemain sepak bola.

Cangkok Rambut : “Ya, itu benar. Saya menjalani transplantasi rambut dan saya pikir hasinya cukup keren, bukan begitu?” ungkap Klopp yang dengan gamblang mengakui bahwa dirinya menjalani transplantasi rambut.

“Saya pikir saya bisa saya bisa menghabiskan dua hari dua malam dengan Sir Alex Ferguson. Saya tak tahu apa yang ia minum. Anggur merah? Baiklah. Ia bisa minum anggur merahnya, saya lebih suka bir,” jawab Klopp ketika dibandingkan dengan Sir Alex.

Terkait kepindahan Mario Gotze ke Bayern, Klopp juga menyampaikan komentar unik, “Jika ini merupakan kesalahan seseorang, ini adalah kesalahan saya. Saya tak bisa membuat diri saya lebih pendek dan bicara bahasa Spanyol.”

Di Bundesliga 2013/14, Klopp pernah merasakan putus asa dalam perburuan gelar melawan Bayern, “Seandainya kami bisa finis kedua musim panas ini, saya akan mencari truk dan mengendarainya ke kebun saya. Kalah tak ada yang merayakan, saya akan melakukannya. Benar-benar tidak realistis [untuk mengejar Bayern].”

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah semuanya luar biasa. London adalah kota tempat digelarnya Olimpiade. Cuacanya bagus, semuanya OK. Hanya saja hasil [pertandingan]nya sampah,” ekspresi Klopp setelah kalah di final Liga Champions.

Klopp tidak pernah menahan diri ketika melontarkan komentar tentang rivalnya, bahkan dalam sarkasme ketika seorang fans Schalke bertanya tentang rahasia juara, “Bagaimana mungkin Anda menjelaskan kepada orang buta tentang apa itu warna?”

“Mkhitaryan cocok dengan kami, sama seperti pan*** dengan toilet. Ia memberikan apa yang benar-benar kami butuhkan,” ujar Klopp menanggapi kritik terkait harga mahal Henrikh Mkhitaryan.

Ketika Kevin-Prince Boateng memilih Schalke, Klopp juga tak bisa menyembunyikan emosinya, “Saya benar-benar terkejut. Saya mengiriminya pesan pendek berkata ‘Mengapa Schalke????????’ dengan delapan tanda tanya, tetapi saya tak mendapat balasan darinya. Ia adalah orang baik, hanya sampai pagi ini.”

“Saya sedikit bangga menerima kartu merah saya sebagai pelatih. Saya mendekati ofisial keempat dan berkata: ‘Berapa kesalahan yang diizinkan di sini? Jika ada 15, Anda masih punya satu lagi,” ujar Klopp setelah mendapat kartu merah pertamanya sebagai pelatih.

Sumber : Msn.com olahraga