Home » WhatsApp

Tag: WhatsApp

whatsapp desktop pc

WhatsApp Rilis Aplikasi Desktop PC

Bimakuru.com – Aplikasi berbagi pesan instan paling populer saat ini, Whatsapp merilis aplikasi untuk platform PC Desktop Windows dan MacOS. Sebelumnya Whatsapp sudah dapat diakses melalui browser di PC Desktop.

Whatsapp kini sudah dapat diinstal di Windows 8 ke atas serta Mac OS 10.9 atau yang terbaru.

Aplikasi WhatsApp pada desktop sendiri tak berbeda jauh dengan WhatsApp versi Web, yakni hanya menjadi ekstensi akun pokok WhatsApp yang ada di ponsel. Menampilkan semua percakapan, dan pesan yang ada di ponsel.

Namun karena ini sudah berbentuk aplikasi, maka sistem notifikasinya akan lebih baik. Begitu juga dengan gaya mengetik yang sudah mendukung seluruh shortcut pada keyboard.

Selain kabar update aplikasi dari WhatsApp, info update juga terdengar dari Instagram. Aplikasi sosial media untuk berbagi gambar dan video yang populer bagi pengguna smartphone tersebut kabarnya telah mengganti logo yang sudah melegenda tersebut.

Instagram mengganti logo lama yang menggunakan bentuk kamera polaroid dengan merubahnya menjadi lebih simpel dengan gradasi warna yang lebih cerah.

WhatsApp Chats

Jaga Privasi Pengguna WhatsApp Dilengkapi Enkripsi

Bimakuru.com – Aplikasi berbagi pesan singkat terpopuler saat ini, WhatsApp mengungkapkan komitmenya untuk dapat terus menjaga privasi serta keamanan data para pengguna aplikasinya.

Dalam sebuah update di Facebook,  sebuah unggahan pada laman Facebook, Jan Koum selaku pendiri dan kini juga sebagai CEO Whatsapp  menegaskan bahwa aplikasi yang dikelolanya itu saat ini mengenkripsi percakapan antar-pengguna-nya.

We’ve been working for the past two years to give people better security over their conversations on WhatsApp. I’m proud…

Posted by Jan Koum on Tuesday, April 5, 2016

“Kami telah bekerja setidaknya dua tahun untuk memberikan keamanan pada percakapan pengguna WhatsApp. Kini, semua pesan, foto, video, file, dan pesan suara yang Anda kirimkan secara otomatis akan dienkripsi secara end-to-end jika Anda telah memperbarui aplikasi ke versi terbaru,” kata Koum pada unggahanFacebooknya, Selasa (5/4/2016), seperti dikutip dari Tekno Liputan6.

Tidak hanya itu, obrolan grup dan panggilan suara pun dienkripsi oleh WhatsApp. Menurut Koum, setiap pengguna berhak atas keamanan. Dengan fitur tersebut, pengguna menjadi lebih bebas saat mengirimkan pesan kepada orang-orang yang disayanginya.

“Fitur ini membuat kita bisa lebih percaya diri saat mengungkapkan apa yang kita pikirkan. Selain itu juga mengizinkan pengguna untuk membahas informasi sensitif dengan kolega dan teman-teman. Kami senang dapat menjaga keamanan pesan pengguna dari peretas dan pelaku kejahatan siber,” tutur Koum.

Layanan olah pesan milik Facebook ini memang selalu menjadikan keamanan data pengguna sebagai prioritas. Sebuah unggahan blog WhatsApp menyebutkan, fitur ini baru muncul per hari ini.

Ide dari fitur ini cukup sederhana, yakni ketika seorang pengguna saling berkirim pesan, maka satu-satunya orang bisa membacanya adalah lawan bicara kita atau orang-orang dalam grup.

“Tidak ada orang lain yang bisa melihat pesan tersebut, tidak ada kejahatan siber, tidak ada peretas, bahkan kami (pihak WhatsApp) sekalipun,” kata WhatsApp dalam unggahan blog tersebut.

Saat ini kabarnya telah lebih dari satu triliun pengguna telah menggunakan aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi antar pengguna lain di seluruh dunia. “Pengguna bisa saling berkirim pesan dengan aman,” tulis dalam blog tersebut.

WhatsApp Facebook

Aplikasi WhatsApp Segera Digratiskan Selamanya

Bimakuru.com – Whatsapp sebagai aplikasi berbagi pesan instan paling populer dikabarkan sudah digunakan hampir 1 miliar pengguna. Namun, aplikasi yang sekarang dimiliki oleh Facebook tersebut penggunanya harus membayar $1 USD setelah lewat satu tahun.

Hal tersebut membuat sejumlah pengguna mengalami masalah, apalagi jika mereka tak memiliki debit atau kartu kredit. Namun, hal itu tampaknya tidak akan berlaku lagi. Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum menyampaikan kabar baik jika aplikasi ini akan sepenuhnya digratiskan.

“Banyak pengguna yang tidak memiliki debit dan kartu kredit dan mereka khawatir akan kehilangan akses pada teman dan keluarga setelah satu tahun,” ujar Koum. “Jadi untuk beberapa minggu kedepan, kami akan mulai menghilangkan biaya dari beberapa aplikasi kami yang berbeda dan WhatsApp tidak akan lagi menarik biaya.”

Sebagai gantinya, WhatsApp telah menyusun rencana monetisasi dengan menguji coba layanan berbayar untuk perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa berkomunikasi dengan pengguna melalui WhatsApp. Contohnya seperti maskapai yang ingin memberitahukan perubahan jadwal penerbangan atau layanan perbankan untuk menginformasikan transaksi.

Tak ayal, berita tersebut langsung disambut dengan baik oleh pengguna. Kebijakan tersebut akan sangat memudahkan untuk mereka dan diharapkan pengguna WhatsApp akan semakin bertambah.

WhatsApp

Dipakai Hampir 1 Miliar Pengguna WhatsApp Belum Menghasilkan Uang

Bimakuru.com – Whatsapp sebagai aplikasi berbagi pesan instan paling populer dikabarkan sudah digunakan hampir 1 miliar pengguna. Aplikasi layanan yang sekarang dimiliki Facebook ini selain mudah dipakai juga tanpa biaya.

“Di satu sisi, ini adalah angka yang sangat besar. Di sisi lain, ini juga sedikit memalukan. Kami masih kurang 10 juta lagi,” kata CEO dan pendiri WhatsApp, Jan Koum, dikutip detikINET dari Wired. Ya, tepatnya jumlah pengguna WhatsApp saat ini adalah 990 juta.

Dengan demikian, WhatsApp adalah aplikasi terpopuler kedua di dunia. Hanya kalah dari induknya, Facebook. Facebook ini membeli WhatsApp pada tahun 2014 senilai lebih dari USD 19 miliar.

Sejak saat itu sampai sekarang, Facebook masih membiarkan WhatsApp fokus menumbuhkan basis usernya dulu, pendapatan dipikir belakangan. Kini dua tahun berlalu, WhatsApp tak terbendung sebagai layanan messaging paling tenar.

Beberapa pihak menilai, inilah saatnya WhatsApp menghasilkan uang. Apalagi banyak sindiran nyinyir, bahwa harga USD 19 miliar WhatsApp itu kemahalan, tak sebanding dengan revenue yang dihasillkan.

Ya, memang untuk ukuran layanan sebesar mereka, WhatsApp boleh dibilang belum menghasilkan duit. Jumlah pendapatan tak seberapa dari hasil biaya langganan USD 1 setelah tahun pertama, itupun hanya dari sebagian user.

Langkah monetisasi awal telah dicanangkan, yang menyasar para perusahaan. Nantinya, perusahaan mungkin harus membayar jika ingin berkomunikasi dengan konsumen via WhatsApp. Sedangkan metode berlangganan akan dihapuskan.

Satu yang boleh membuat user menarik napas lega, Koum memastikan WhatsApp akan tetap bebas iklan. Bersama pendiri WhatsApp lainnya Brian Acton, Koum memang dikenal membenci iklan. “Iklan adalah gangguan terhadap estetika, hinaan pada intelijensi Anda,” kata mereka.

WhatsApp & Google Drive

WhatsApp Android segera terkoneksi Google Drive Backup

Bimakuru.com – WhatsApp Android sedang meningkatkan kemampuan untuk fungsi backup percakapan pesan ke Google Drive, memastikan penggunanya tidak kehilangan pesan penting atau sentimental ketika harus berpindah perangkat.

WhatsApp telah bekerja untuk Backup Google Drive untuk sementara waktu – bukti ini ditemukan kembali pada bulan Maret – dan tampaknya perusahaan ini akhirnya siap untuk membuat fungsi tersebut tersedia segera mungkin.

Setelah diaktifkan, Anda akan dapat mem-backup semua percakapan Anda ke Google Drive secara harian, mingguan, atau bulanan (jika Anda ingin). Backup mencakup foto secara default, dan Anda memiliki pilihan untuk memasukkan video juga.

Anda juga dapat menentukan akun drive untuk digunakan jika Anda memiliki lebih dari satu terkait dengan perangkat Android anda, seperti dikutip dari cultofandroid.

Dengan percakapan WhatsApp Anda didukung di Drive, sangat mudah untuk mengembalikan mereka harus Anda kehilangan smartphone Android Anda atau meng-upgrade ke yang baru. Cukup menghubungkan WhatsApp pada perangkat baru Anda dengan akun Drive yang sama, menunggu untuk itu untuk menemukan cadangan Anda, lalu ketuk “Kembalikan.”

Satu-satunya downside ke drive cadangan adalah bahwa hal itu hanya tersedia pada Android. WhatsApp di iOS punggung ke iCloud sebaliknya, jadi jika Anda perangkat untuk beralih platform ketika Anda mendapatkan perangkat baru, maka sejarah WhatsApp Anda harus ditinggalkan.

Drive cadangan diaktifkan di WhatsApp versi 2.12.303, yang muncul kemarin, tapi rilis terbaru di Play Store – versi 2.12.304 – tidak memilikinya. Ini jelas mengapa itu, tapi kami berharap fitur untuk kembali di update lagi segera.

Jika Anda masih menggunakan rilis yang lebih tua, Anda dapat men-download versi 2.12.303 paket dari APK Cermin dan flash secara manual, memberikan Anda drive cadangan. Tapi jika Anda sudah diperbarui untuk 2.12.304, Anda tidak dapat menurunkan tanpa menghapus WhatsApp dan kehilangan percakapan Anda.