Home » Facebook

Tag: Facebook

Facebook Apps

Pertumbuhan Pesat, Pengguna Facebook Dekati Angka 2 Miliar

Bimakuru.com – Pengguna Facebook semakin bertambah dari hari ke hari dengan laporan laba terbaru menunjukkan raksasa media sosial asal Amerika tersebut semakin mendekati ke angka dua miliar pengguna secara bulanan. Menurut laporan laba perusahaan terbaru, pengguna facebook bulanan mencapai 1,86 miliar, naik 17% dari tahun sebelumnya dan menjadi yang terbanyak diantara platform media sosial sejenisnya.

Untuk kuartal berakhir Desember 2016, perusahaan melaporkan laba sebesar $ 3.57bn (£ 2.82bn), lebih dari dua kali lipat $ 1.56bn dilaporkan tahun lalu. (Sumber)

Dalam hal pengguna sehari-hari juga, perusahaan ini jauh di depan pesaingnya, tercatat 1,23 miliar orang menggunakan facebook di antaranya 1,15 miliar mengakses aplikasi facebook dari perangkat gadget mereka.

Facebook Ads juga melakukannya dengan baik, dengan menyumbang 84% dari total kenaikan pendapatan sebesar 53% dibandingkan tahun lalu.

Mark Zuckerberg mengupdate melalui akun facebooknya mengatakan bahwa konten video (saat ini) akan dijadikan konten utama di platform aplikasinya, juga terkait pada perekrutkan dan pengeluaran perusahaan selama 2017 (terkait konten video).

“Our biggest focus continues to be putting video first across our family of apps. More than 150 million people now use Instagram Stories every day. We’ve also launched our new camera in Messenger and have started rolling it out in Facebook as well,” kata Zuckerberg di akun Facebook.

WhatsApp Facebook

Aplikasi WhatsApp Segera Digratiskan Selamanya

Bimakuru.com – Whatsapp sebagai aplikasi berbagi pesan instan paling populer dikabarkan sudah digunakan hampir 1 miliar pengguna. Namun, aplikasi yang sekarang dimiliki oleh Facebook tersebut penggunanya harus membayar $1 USD setelah lewat satu tahun.

Hal tersebut membuat sejumlah pengguna mengalami masalah, apalagi jika mereka tak memiliki debit atau kartu kredit. Namun, hal itu tampaknya tidak akan berlaku lagi. Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum menyampaikan kabar baik jika aplikasi ini akan sepenuhnya digratiskan.

“Banyak pengguna yang tidak memiliki debit dan kartu kredit dan mereka khawatir akan kehilangan akses pada teman dan keluarga setelah satu tahun,” ujar Koum. “Jadi untuk beberapa minggu kedepan, kami akan mulai menghilangkan biaya dari beberapa aplikasi kami yang berbeda dan WhatsApp tidak akan lagi menarik biaya.”

Sebagai gantinya, WhatsApp telah menyusun rencana monetisasi dengan menguji coba layanan berbayar untuk perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa berkomunikasi dengan pengguna melalui WhatsApp. Contohnya seperti maskapai yang ingin memberitahukan perubahan jadwal penerbangan atau layanan perbankan untuk menginformasikan transaksi.

Tak ayal, berita tersebut langsung disambut dengan baik oleh pengguna. Kebijakan tersebut akan sangat memudahkan untuk mereka dan diharapkan pengguna WhatsApp akan semakin bertambah.

WhatsApp

Dipakai Hampir 1 Miliar Pengguna WhatsApp Belum Menghasilkan Uang

Bimakuru.com – Whatsapp sebagai aplikasi berbagi pesan instan paling populer dikabarkan sudah digunakan hampir 1 miliar pengguna. Aplikasi layanan yang sekarang dimiliki Facebook ini selain mudah dipakai juga tanpa biaya.

“Di satu sisi, ini adalah angka yang sangat besar. Di sisi lain, ini juga sedikit memalukan. Kami masih kurang 10 juta lagi,” kata CEO dan pendiri WhatsApp, Jan Koum, dikutip detikINET dari Wired. Ya, tepatnya jumlah pengguna WhatsApp saat ini adalah 990 juta.

Dengan demikian, WhatsApp adalah aplikasi terpopuler kedua di dunia. Hanya kalah dari induknya, Facebook. Facebook ini membeli WhatsApp pada tahun 2014 senilai lebih dari USD 19 miliar.

Sejak saat itu sampai sekarang, Facebook masih membiarkan WhatsApp fokus menumbuhkan basis usernya dulu, pendapatan dipikir belakangan. Kini dua tahun berlalu, WhatsApp tak terbendung sebagai layanan messaging paling tenar.

Beberapa pihak menilai, inilah saatnya WhatsApp menghasilkan uang. Apalagi banyak sindiran nyinyir, bahwa harga USD 19 miliar WhatsApp itu kemahalan, tak sebanding dengan revenue yang dihasillkan.

Ya, memang untuk ukuran layanan sebesar mereka, WhatsApp boleh dibilang belum menghasilkan duit. Jumlah pendapatan tak seberapa dari hasil biaya langganan USD 1 setelah tahun pertama, itupun hanya dari sebagian user.

Langkah monetisasi awal telah dicanangkan, yang menyasar para perusahaan. Nantinya, perusahaan mungkin harus membayar jika ingin berkomunikasi dengan konsumen via WhatsApp. Sedangkan metode berlangganan akan dihapuskan.

Satu yang boleh membuat user menarik napas lega, Koum memastikan WhatsApp akan tetap bebas iklan. Bersama pendiri WhatsApp lainnya Brian Acton, Koum memang dikenal membenci iklan. “Iklan adalah gangguan terhadap estetika, hinaan pada intelijensi Anda,” kata mereka.