Ubuntu 25.10 Beta Dirilis untuk Tahap Uji Coba Terakhir – Waktunya mencoba versi terbaru Ubuntu! Rilis Ubuntu 25.10 (Questing Quokka) Beta kini sudah bisa diunduh oleh para pengguna yang ingin menjajal fitur-fitur barunya sebelum peluncuran resmi.
Versi beta ini membawa beragam pembaruan menarik, sebagian besar berkat peningkatan besar di GNOME 49.
Beberapa hal baru yang langsung terlihat antara lain menu aksesibilitas di layar login, kontrol media di layar kunci, serta tema Yaru yang kini tampil lebih segar dengan ikon baru dan animasi pemuatan yang lebih lembut.
Di balik tampilannya, tim pengembang Canonical juga menambahkan banyak pembaruan teknis untuk meningkatkan keamanan, kestabilan, dan kompatibilitas perangkat keras, sebagai langkah persiapan menuju rilis besar berikutnya — Ubuntu 26.04 LTS tahun depan.
Fitur dan Pembaruan Utama
- Linux Kernel 6.17 – Pembaruan besar pada kernel
- Driver GPU Terbaru – NVIDIA 580, Mesa 25.2.2
- Aplikasi Bawaan Baru – Loupe untuk melihat gambar, dan Ptyxis sebagai terminal baru
- GNOME 49 – Animasi lebih halus, dukungan HDR lebih baik, serta pemuatan gambar yang lebih aman
- Nautilus (File Manager) – Tampilan pencarian baru, “Buka di Terminal” lebih mudah, dan penghapusan file jadi lebih cepat
- Pusat Keamanan Baru – Pengelolaan kunci pemulihan enkripsi disk penuh berbasis TPM
- Tema Yaru yang Diperbarui – Ikon baru, animasi lebih halus, dan desain elemen yang lebih bulat
- Ubuntu Dock – Tampilan lebih konsisten dan perbaikan lokalisasi
- Ikon Desktop – Kini mendukung pintasan keyboard baru
Peningkatan di Balik Layar
- Installer Baru – Dukungan enkripsi berbasis TPM yang lebih kuat
- Sudo dan Coreutils Berbasis Rust – Lebih aman dan efisien
- Proses Booting – Kini menggunakan Dracut menggantikan initramfs-tools
- Sinkronisasi Waktu Jaringan – Beralih ke Chrony dengan dukungan NTS
- Ubuntu Insights CLI – Alat baris perintah baru untuk pengguna Ubuntu Pro
Bagi pengguna Raspberry Pi, ada perubahan pada proses boot. Sedangkan untuk perangkat RISC-V, Ubuntu 25.10 kini memerlukan perangkat keras yang lebih baru karena adanya peningkatan spesifikasi minimum.
Dan tentu saja, hal yang paling mencuri perhatian: wallpaper baru! Tetap berwarna ungu khas Ubuntu dan menampilkan si hewan lucu — quokka. 🦘💜
Perpisahan dengan Xorg (Sebagian Besar)
Ubuntu 25.10 menjadi versi pertama yang tidak lagi menyertakan sesi Xorg/X11 secara bawaan, karena GNOME 49 kini hanya berjalan di Wayland.
Jadi, kalau Anda menemukan bahwa Xorg tidak ada, itu bukan bug — memang dirancang seperti itu.
Walaupun sempat menimbulkan perdebatan di komunitas, sebagian besar pengguna tidak akan terdampak. Sejak 2021, Ubuntu memang sudah menjadikan Wayland sebagai sesi utama.
Selain itu, Xwayland tetap tersedia, sehingga sebagian besar aplikasi, game, dan program lama yang masih berbasis X11 akan tetap bisa dijalankan.
Kalau pun butuh, Xorg masih bisa dipasang secara manual, atau Anda bisa beralih ke desktop seperti Cinnamon atau Xfce yang masih mendukung X11.
Perlu Mencoba Ubuntu 25.10 Beta?
Jika Anda menggunakan komputer untuk pekerjaan penting, sebaiknya tunda dulu instalasi versi beta ini. Karena sifatnya masih dalam tahap uji, bug dan error bisa saja muncul.
Namun, jika Anda hanya ingin menjelajahi fitur baru, coba saja lewat mesin virtual atau mode live session agar lebih aman.
Untuk pengguna yang lebih suka kestabilan, sebaiknya tunggu rilis final bulan depan, yang sudah menyertakan semua pembaruan hasil pengujian dari versi beta.
Cara Mengunduh dan Memperbarui
Ubuntu 25.10 Beta tersedia untuk PC Intel/AMD 64-bit, serta versi tambahan untuk ARM dan Raspberry Pi.
Untuk pengguna versi beta, Anda cukup melakukan pembaruan rutin agar otomatis berpindah ke versi stabil.
Pada 9 Oktober 2025, versi beta dan stabil akan memiliki paket serta pembaruan yang sama persis.
Varian Ubuntu Lain yang Bisa Dicoba
Selain versi utama, beberapa varian Ubuntu lainnya juga merilis versi beta:
- Lubuntu 25.10 – LXQt 2.2.0
- Xubuntu 25.10 – Xfce 4.20.1
- Ubuntu Studio 25.10 – KDE Plasma 6.4
